Tentang Internet

Label:

Hallow...
Ketemu dipostingannya Saeli (Again). Postingan yang saya kasih label Dunia Internet ini pembahasannya memang berbeda dengan postingan-postingan sebelumnya. Saya akan membahas tentang internet, meskipun dengan pembahasan yang sangat singkat, tapi semoga bermanfaat yaa ? :)





let's Chek it out...
  1. Mailing List
    Milis (bahasa Inggris: mailing list) adalah grup diskusi di internet di mana setiap orang bisa berlangganan dan berikutserta didalamnya. Anggota milis dapat membaca surat dari orang lain dan kemudian mengirimkan balasannya. Secara sederhana, milis adalah sebuah daftar alamat surat elektronik yang mempunyai kesukaan/kepentingan yang sama. Penasaran ? Klik aja link dibawah ini, :) http://www.yahoogroups.com/
  2. Fitur Google
    Temen2 pasti udah ngga asing lagi dengan Google. Ya, search engine satu ini memang sudah jadi kebutuhan banyak orang diseluruh dunia. Google menjawab semua kebutuhan penggunanya. Karena Google dilengkapi dengan fitur2 canggih yang lengkap. Contohnya fitur penerjemah Google yang biasa digunakan untuk mentranslate kalimat dari berbagai bahasa, www.translate,google.com  atau fitur Google Maps untuk mencari lokasi tertentu bisa dicoba di link ini www.maps.google.com
  3. e-Book
    Suka baca buku ? Download diinternet juga banyak, kita bisa memilih buku apa saja yang ingin kita cari lewat situs2 ini : www.buku-lipi.go.id, www,scribd.com, www.duniadownload.com atau di situs ini www.kangzusi.com. Ok, yang suka baca buku selamat menikmati e-Book :)
  4. Artikel
    Ngga cuma buku lho yang bisa di download, artikel juga banyak. Yang membutuhkan informasi dari artikel2 elektronik bisa disearch di link ini yaa : www.isjd.pdii.lipi.go.id bisa juga di link ini : www.pnri.go.id
  5. Sitasi
    Kalau temen2 ada yang masih bingung dengan penulisan kutipan buku, internet menyediakan situs yang bisa digunakan untuk penelusuran sitasi. Silakan dicoba saja disini, :)
    www.citationcreation.com, atau www.citeseer.com
  6. Youtube
    Nah, ini buat temen2 yang suka download video atau suka bernarsis ria dengan mengunggah video ke youtube, msuk aja ke situs yang satu ini, www.saveyoutube.com
  7. Browser
    Biat temen-temen yang pengen download browser Mozila, saya sediakan link-nya biar bisa langsung masuk ke situsnya www.mozila.com atau yang pengen mencoba browser baru "Comodo Dragon" bisa download lewat www.comodo.com
  8. Library 2.0
    Apa itu Library 2.0 ? Adalah konsep perpustakaan yang tidak menjadikan pengguna sebagai objek saja tetapi pemustaka juga bisa menjadi subjek, sehingga didalam perpustakaan tersebut terjadi interaksi antara pustakawan dan pemustakanya. Contoh perpustakaan yang sudah menggunakan konsep L 2.0 adalah perpustakaan Universitas Sumatera Utara (www.library.usu.ac.id)
  9. Blog
    Nah, kalo yang satu ini khusus buat agan dan sista yang suka nulis diary atau menulis tentang apa saja yang dia suka di dunia maya, bisa lho nulis di www.blogspot.com atau di www.wordpress.com 

Book Review 6

Label:


REVIEW NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA
TERE LIYE


Entah statement apa yang harus saya tulis disini untuk menggambarkan keapikan dari novel yang akan saya review kali ini… (Lebay!) :-D
“Bidadari-bidadari Surga”. Novel karya Tere Liye ini mengurai kisah tentang perjuangan  seorang kakak (Laisa) yang begitu gigih berjuang untuk mengantarkan keempat adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan yashinta) menjadi orang-orang  yang berpendidikan tinggi. Meskipun harus dengan mengorbankan segala mimpinya untuk sekolah.  Laisa dengan kedisiplinannya, dan kerjakerasnya bekerja menganyam tikar, dan berhari-hari terpanggang dibawah teriknya matahari karena harus membantu emaknya di ladang berhasil mengantar adik-adiknya menjadi orang-orang yang sukses . Sejak Babak (Ayahnya) meninggal, Laisa memang memantapkan diri untuk putus dari sekolah dan membantu perekonomian keluarga agar adik-adiknya tetap bisa melanjutkan sekolah.  Laisa sangat menyayangi adik-adiknya meskipun sebenarnya dia bukanlah kakak kandung dari keempat adiknya.
Banyak sekali kisah yang menyentuh didalamnya. Meski dikemas dengan bahasa yang begitu sederhana,  tapi tidak mengurangi keindahan cerita dari novel “Bidadari-bidadari Surga”.  Begitu banyak nilai-nilai yang bisa kita ambil dari setiap kisah yang terjadi. Kerja keras, tidak pantang menyerah, kesuksesan, disiplin dan keikhlasan berkoban. Saya berani menjamin, ada tidak akan pernah menyesal membacanya!
Selamat Membaca “Bidadari-Bidadari Surga” J

Book Review 5

Label:


REVIEW NOVEL
“SANG PELOPOR”  Karya Sugeng (Alang-alang Timur)







Ketemu lagi nih teman, di postingan blognya Saeli… hehe
To the point saja ya, dipostingan kali ini saya akan mengupas sebuah novel berjudul “Sang Pelopor” karyanya Alang-alang Timur. Alang-alang Timur ?  Alang-alang timur itu merupakan nama pena dari Mas Sugeng. Penulis asal Klaten…
Sang Pelopor merupakan novel pertama dadi  novel Trilogi karya Alang-alag Timur. Dalam novelnya yang berjudul “Sang Pelopor” ini, Mas Sugeng memilih Klaten sebagai settingnya. Berawal dari persahabatan empat  anak desa yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Ali, Seno, Sukar dan Sulthan. Mereka adalah empat sekawan yang merasakan kesulitan dalam belajar di Sekolah Dasar didesanya tinggal. Guru yang kurang memperlakukan mereka dengan kasih sayang, peraturan yang mengekang dan segala sesuatu yang membuatnya mereka menjadi malas untuk belajar. Hingga suatu hari Sulthan melakukan kesalahan disekolahnya dan hal itu menjadi penyebab ia dikeluarkan dari sekolah. Ali, Seno dan Sukar merasa kasihan, karena bagaimanapun mereka adalah sahabat dan sangat sulit bagi mereka untuk berpisah. Hingga suatu hari mereka semua memutuskan untuk pindah sekolah, meskipun awalnya hal itu mendapat tentangan keras dari orag tua mereka, tetapi dengan berbagai argumen akhirnya mereka mendapat izin. Madrasah Kampung Sawah, sekolah dengan bangunan seadanya yang  terletak di tengah-tengah sebuah sawah. Disanalah mereka menuntut ilmu, merasakan sitem pendidikan yang berbeda sekali dengan Sekolah mereka sebelumnya. Mereka diajari dengan keteladanan, belajar secara nyata dialam terbuka, mereka senantiasa disuguhi dengan kasih sayang, dengan ketulusa guru-guru mereka. Sehingga mereka terbentuk mendai pribadi yang luar biasa. Menciptakan penemuan-penemuan yang membawa perubahan didesa mereka tinggal. Novel ini sagat cocok untuk dibaca para remaja dan kalangan umum, sebagai motivasi untuk membentuk kepribadian anak menjadi luar biasa.
Selamat Membaca….. J

Book Review 4

Label:


REVIEW NOVEL "KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH"
TERE LIYE






Bismillahirrohmaanirrohiim…
Assalamu’alaikum…
Halooo para bloger, kepripun kabare ? Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Alloh SWT yaa.. J
Saya kembali lagi untuk mereview novel inspiratif karya penulis-penulis hebat. Dan ngomong-ngomong review kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya, karena saya akan mengangkat tema LOVE pada kesempatan kali ini, cieeee….

Langsung saja yaa…
Novel ini mengisahkan perjalanan cinta seorang pemuda bernama Borno dan seorang gadis bernama Mei disudut kota Borneo. Diawali dari masa kecil Borno yang berayahkan seorang nelayan yang kemudian meninggal. Masa remaja yang ia habiskan untuk mencari pekerjaan sampai kemudian dia menginjak dewasa, dan bekerja sebagai seorang pendayung sepit didesanya. Nah, disinilah awal Borno bertemu dengan Mei, seorang gadis yang dengan  perlahan tapi pasti mampu meluluhkan hati Borno. Mei yang dengan sengaja meninggalkan angpau merah disepit yang di kemudikan Borno, ternyata melahirkan perasaan cinta diantara keduanya. Sampai kemudian setelah keduanya merasakn getara cinta itu, konflikpun muncul, ayah Mei melarang mereka berhubungan lebih jauh. Bukan barena ayah Mei tidak suka atau menganggap Borno tidak level dengan keluarganya, Bukan ! Itu terjadi karena ada suatu rahasia yang disembunyikan oleh ayahnya. Apakah itu ? (Biar pada penasaran) hihihi





Lanjut yukz…
Saat itu mulailah terungkap apa yang sebenarnya terjadi dibalik kisah cinta antara mereka berdua. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah terlintas dibenak Borno .Tetapi, setelah ia tahu semuanya, ternyata itu tidak menngikiskan rasa cinta Borno kepada Mei. Ia masih tetap mencintai Mei dengan tulus, bahkan pada akhirnya ayah Mei tidak lagi melarang mereka berdua untuk berhubungan lebih jauh. Me juga menetap di Borneo setelah ia menyelesaikan kuliahnya di Surabaya. Bagaimana dengan Borno ? Dia mempunyai usaha bengkel dan telah memiliki banyak cabang, hasil kerjasamanya dengan ayah Andi, sahabatnya sendiri.  Gitu kawan.. J
Buat yang lagi jatuh cinta, menurut saya cocok banget baca novel ini, kalo boleh lebay dikit sih kisahnya “romantis”, ada lucunya juga. Sayangnya pada akhir cerita, tidak diungkapkan apakah akhirnya Borno menikah bersama Mei atau tidak. Konflik-konflik yang dipaparkan oleh Bang Tere Lie sangat apik, padat dan kreatif. Membuat pembacanya manggut-manggut dan mengeluarkan bunyi “Ooo…” dari mulutnya setelah mengerti apa yang “sebenarnya” terjadi dalam novel tersebut.
Saya suka, dan saya menyarankan anda untuk membacanya. Temukan inspirasi disana, lebih dari tentang cinta. Karena novel ini menyimpan banyak pesan dan kesan bagi pembacanya, J
See You Nex Time….





Salam manis, Saeli

Book Review 3

Label:

REVIEW NOVEL “HAFALAN SHALAT DELISA” TERE LIYE
Agan, dan Sista… Gimana niih kabarnya ?? Yuhuuu, masih di Blognya Saeli…  Tentunya masih dengan pembahasan yang sama seperti sebelum-sebelumnya, saya akan mereview sebuah buku. Jadi jangan bosan-bosan mampir kesini ya… Do you know ? Lagi-lagi saya merasa sangat beruntung karena masih diberi kesempatan untuk membaca, merampungkan novel yang begitu luar biasa hebat. Novel yang begitu banyak memberikan inspirasi, kesan, dan pesan. ”Hafalan Shalat Delisa” karya penulis hebat Tere Liye. Novel yang satu ini ngga berbicara tentang MIMPI seperti dua novel yang sudah saya review sebelumnya, tapi didalamnya mengisahkan perjalanan hidup seorang anak kecil berusia enam tahun yang hidup bersama Abi Usman dan Umi Salamah serta ketiga kakak perempuannya Kak Fatimah, Kak Zahra, dan Kak Aisyah di pesisir pantai Lok Nga, Aceh. Gadis kecil bernama Delisa yang sedang semangat belajar mengafal bacaan shalat dengan ustadznya, yang sedang belajar naik sepeda bersama sahabatnya, yang sedang berharap akan segera mendapatkan kalung dari Uminya sebagai hadiah atas keberhasilannya menghafal bacaan shalat. Sampai tiba-tiba bencana 26 desember 2004 saat itu merenggut semua yang dia miliki. Sunami Aceh telah membawa Umi, ketiga kakak, sahabat, bahkan kaki sebelah kanannya. Yang tersisa hanyalah Abinya. Namun, dia belajar ikhlas melepaskan orang-orang yang sangat disayanginya. Dia tidak sedih meski harus hidup dengan satu kaki saja,meskipun sebelumnya dia merasa Allah tidak adil terhadapnya, dia bahkan tanpa sadar telah mengajari orang-orang dewasa disekitarnya untuk menghadapi cobaan yang terjadi dengan lapang dan sabar. Sebagai anak kecil, Delisa juga mengalami trauma, dia takut melihat air laut, tetapi Abinya selalu membesarkan hatinya, selalu mengatakan bahwa air laut yang telah menghantam Lok Nga hanyalah cobaan. Diakhir cerita, Delisa selesai menghafal bacaan shalat dan seperti janji Uminya, yang mengatakan akan memberikan kalung itu jika selesai menamatkan hafalan shalat, atas izin-Nya Delisa menemukan Uminya yang telah berbentuk kerangka, dengan kalung tergantung dijarinya. Delisa mendekap kerangka itu, menangis. Ya, Uminya telah memenuhi janjinya untuk memberikan kalung itu setelah Delisa selesai merampungkan hafalan shalatnya… TERE LIYE Tere Liye, penulis novel yang patut mendapatkan apresiasi mengingat karyanya yang begitu menginspirasi. Penulis sangat pandai merangkai kalimat-kalimat dalam novel tersebut, sehingga mampu menyentuh hati pembacanya. Ngga heran kalau novel ini menduduki jajaran novel-novel best seller di Indonesia, karena memang isinya sangat berkualitas, banyak makna tersurat yang mengajarkan bagaimana seharusya kita menjalani kehidupan ini secara nyata, dengan semangat, optimisme, besabar dan ikhlas. Penulis juga menyisipkan nilai-nilai moral serta agama dalam novel tersebut, jadi dianjurkan juga untuk pembaca yang masih dibawah umur sekalipun, karena dari situ mereka bisa belajar bagaimana sholat yang benar, bagimana saling menyayangi orang tua dan saudara, dan bagaimana agar menjadi orang yang sabar. Nah, kalo berbicara tentang kekurangannya, menurut saya tokoh Kak Zahra disini terlalu pasif, ngga banyak percakapan yang dilakukannya. Tokoh Kak Zahra dalam novel memang diberi karakter pendiam oleh penulisnya, tapi disini kesannya seolah-oleh Kak Zahra ini ngga bisa bicara. Gituuuu... Dan akhirnya, saya menyimpulkan kalo buku ini cucok buat semua kalangan, sagat mendidik, menginspirasi juga…. Sampaiketemu lagi di Book review selanjutnya yaa, 

Book Review 2

Label:

REVIEW NOVEL “9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke The Big Apple” Iwan Setiawan
Ekhem… Bismillahirrohmaanirrohiim… hallow, ketemu lagi dipostingan blog saya, pokoknya ngga boleh bosan mampir diblog saya yang meskipun masih jelek ini ,hehe.. Yapp, untuk yang kedua kalinya, setelah selesai mereview novel “5 cm” kini giliran saya mereview novel anyar yang masih seger nih, pertama kali terbit aja Februari 2011, dan pada tahun yang sama sudah mencapai enam kali cetakkan, (Amazing..!). Ngga heran kalo novel ini meraih penghargaan sebagai “Buku Fiksi Terbaik Jakarta Book award 2011. IKAPI DKI Jakarta”, judulnya “ 9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke The Big Apple” karya Mas Iwan Setiawan. Panjang juga ya judulnya ?? Dari judulnya kita udah bisa nebak kalo settingnya bukan di Indonesia. . Nah, novel ini berkisah tentang seorang anak sopir angkot dari kota Batu, Malang yang berhasil mencapai sukses hingga akhirnya dia menjadi direktur di New York City. Percaya ngga percaya ya kayaknya. Tapi bagaimanapun kita harus percaya karena novel ini terinspirasi dari kisah nyata penulisnya, Mas Iwan Setiawan. Keren sekali kan ? Didalam novel dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, dengan seorang ayah yang hanya lulusan SD, dan bekerja menjadi seorang sopir, ibunya yang tidak sampai menamatkan sekolah ditingkat dasar, serta keempat saudara perempuannya, Mbak Isa, Mbak Nani, Rini dan Mira yang menjadi pilar kokoh dalam hidupnya. Bagaimana dia menjalani hidup ditengah-tengah kesederhanaan yang amat sangat dikeluarganya, sampai dia mati-matian berjuang untuk masa depannya dengan selalu giat belajar, agar bisa mendapatkan kemudahan biaya dari sekolahnya. Perjuangannya selama di SD sampai di SLTA dengan membagi waktu untuk belajar, mencari tambahan uang dengan cara memberi les dan bekerja dipasar membantu berjualan sayur milik Bu Mimi ternyata tidak sia-sia. Pada akhirnya dia diterima di Universitas Negeri Ternama di Jawa Barat lewat jalur PMDK. Ia mengambil jurusan statistik, dan selalu berusaha agar kuliahnya selesai tepat waktu sehingga dia tidak berlama-lama menyusahkan orang tua dalam membiayai kuliahya. Setelah lulus, Iwan belum berhenti berjuang, dia harus kesana kemari mencari pekerjaan, hingga pada suatu hari tidak ada yang menyangka, makan malam di warung Mas Agus saat itu menjadi awal dari perjalanan baru yang mengubah dia dan keluarganya. Awal yang membawanya terbang menjelajahi New York City… IWAN SETIAWAN Sekarang ngomongin tentang penulisnya nih, Mas Iwan Setiawan. Sosok yang menurut saya luar biasa hebat. Berani menghadapi masa depan meski dengan segala keterbatasan ekonomi keluarganya. Dalam menulis novel ini, Mas Iwan sangat pandai mengolah kata-kata, sehingga pembaca sperti merasakan juga bagaimana menjadi dirinya saat dia masih dibangku sekolah dasar dan harus berjualan dipasar kesana kemari untuk mencari uang (jangan bilang-bilang ya, saya sampai menangis lho waktu baca bagian itu, hehe), hanya saja penulis terlalu banyak memasukan dialog berbahasa asing, dan tidak disertakan artinya, sehinga pembaca yang tidak mahir berbahasa Ingris akan kesusahan mengartiakannya (Termasuk saya, hehehe). Cerita dalam buku ini cocok banget deh untuk para pelajar (khususnya), agar selalu termotivasi, dan berani mengahadapi masa depan seperti Mas Iwan ini, yang punya kemauan, keberanian, api semangat yang menyala-nyala, dan mimpi, sehingg dia berhasil merubah hidupnya, dan keluarganya. Gimana Brad and Sist, tertarik untuk membaca ? HARUS dong ! RUGI kalo sampai ngga baca, 

Review Book 1

Label:

Review Novel “5 cm” Donny Dhirgantoro
Bismillahirrahmanirrahiim... Oke dehh, untuk pertama kalinya, saya akan mengulas sebuah buku (Bukan terpaksa karena ada Tugas dari Ibu Labibah selaku dosen saya lho, hehe..). Saya akan mengulas buku berjudul “5 cm”. Lha kok singkat dan aneh banget judulnya ? Pertama kali saya tahu ada novel itu juga saya sudah merasa aneh dengan judulnya, bikin PENASARAN! Sampai-sampai setelah selesai membaca, saya menobatkan buku “5 cm” ini sebagai buku favorit, karena telah berhasil membakar semangat dalam diri saya untuk optimis menggapai mimpi-mimpi dimasa depan.  Langsung aja yukk... Buku berjudul “5 cm” karya Donny Dhirgantoro yang terbit pertama kali pada tahu 2005 ini adalah buku yang berkisah tentang persahabatan lima anak muda yang tinggal di Jakarta, yang telah mereka jalin selama 7tahun sejak masih duduk dibangku SMA. Lima sahabat ini adalah Arial, cowok simpel dengan pembawaannya yang selalu tenang, Riani, makhluk dari golongan hawa yang cantik, pinter, cerdas dan berkarisma, Zafran, yang sok puitis seperti pujangga, Ian si gendut-botak, penggila bola, dan belum lulus kuliah, dan terakhir Genta, yang dijuluki teman-temannya sebagai “The Leader”. Disela-sela kesibukan masing-masing, mereka selalu saja meluangkan waktu untuk berkumpul bersama, entah itu sekedar nongkrong di rumah Arial atau di sekolah yang mereka juluki sebagai SMA sakral, meskipum mereka sudah alumni. Kelima anak muda ini punya hobi yang aneh-aneh, suka mencoba hal-hal yang baru dan menantang. Semuanya mungkin bisa dikatakan sudah pernah mereka lakukan dari mencoba makan di kafe termahal di Jakarta sampai nonton layar tancep sekalipun. Nah, karena suatu hari mereka merasa bosan diantara satu sama lain, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak saling berjumpa dan berkomunikasi selama tiga bulan penuh, meskipun itu hanya sekedar untuk mengirim pesan singakat sekalipun. Tiga bulan berpisah, dan hanya sibuk dengan diri masing-masing membuat mereka jadi merasakan kerinduan yang teramat sangat. Ya, mereka sangat memimpikan kebersamaan itu lagi... Setelah tiga bulan berlalu, akhirnya mereka sepakat untuk bertemu dan merayakan temu kangen dengan mengadakan sebuah perjalanan. Perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi, cita-cita, dan cinta. Perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi manusia sesungguhnya, bukan seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan dan punya nama. Pengarang Donny Dhirgantoro, penulis novel “5 cm” adalah pengarang yang sangat piawai dalam mengolah cerita. Ia menciptakan novel ini sedemikian rupa sehingga mampu menyihir pembacanya. Pembaca diajak berfantasi seperti yang dikisahkan dalam novel. Penggambaran tokohnyapun sangat jelas, sehingga kita seperti mengenal bagaimana Zafran, Riani dan tokoh lainnya. Meskipun konflik dalam novel ini menurut saya kurang, tetapi novel “5 cm” dikemas dengan sangat ringan sehingga sangat asyik untuk dibaca. Pokoknya buku ini sangatlah memotivasi, karena didalamnya mengajarkan bagaimana kita bermimpi, merajut masa depan, dan menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. Ya, novel ini memang bukan novel baru tetapi mutiara hikmahnya masih sangat dibutuhkan untuk menginspirasi setiap pembacanya. Saya juga termasuk yang ketinggalan membacanya (Jujur aja wis, hehe...), tetapi saya sangat beruntung karena bisa membaca novel sakti ini. Dan sebagai penutup inilah kalimat-kalimat ajaib yang saya kutip dari novel “5 cm” karya Donny Dhirgantoro : “Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang menggantung didepan kening kamu. Dan... sehabis itu yang kamu perlu... Cuma...” “Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan sering melihat keatas” “Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja” “Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya” “Serta mulut yang akan selalu berdoa” “Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasi dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.” “Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu.” Anda wajib membaca dan temukan keajaibannya... By : Me (Saeli Saly) 