REVIEW NOVEL
“9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke The Big Apple”
Iwan Setiawan
Ekhem… Bismillahirrohmaanirrohiim… hallow, ketemu lagi dipostingan blog saya, pokoknya ngga boleh bosan mampir diblog saya yang meskipun masih jelek ini ,hehe.. Yapp, untuk yang kedua kalinya, setelah selesai mereview novel “5 cm” kini giliran saya mereview novel anyar yang masih seger nih, pertama kali terbit aja Februari 2011, dan pada tahun yang sama sudah mencapai enam kali cetakkan, (Amazing..!). Ngga heran kalo novel ini meraih penghargaan sebagai “Buku Fiksi Terbaik Jakarta Book award 2011. IKAPI DKI Jakarta”, judulnya “ 9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke The Big Apple” karya Mas Iwan Setiawan. Panjang juga ya judulnya ?? Dari judulnya kita udah bisa nebak kalo settingnya bukan di Indonesia. . Nah, novel ini berkisah tentang seorang anak sopir angkot dari kota Batu, Malang yang berhasil mencapai sukses hingga akhirnya dia menjadi direktur di New York City. Percaya ngga percaya ya kayaknya. Tapi bagaimanapun kita harus percaya karena novel ini terinspirasi dari kisah nyata penulisnya, Mas Iwan Setiawan. Keren sekali kan ? Didalam novel dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, dengan seorang ayah yang hanya lulusan SD, dan bekerja menjadi seorang sopir, ibunya yang tidak sampai menamatkan sekolah ditingkat dasar, serta keempat saudara perempuannya, Mbak Isa, Mbak Nani, Rini dan Mira yang menjadi pilar kokoh dalam hidupnya. Bagaimana dia menjalani hidup ditengah-tengah kesederhanaan yang amat sangat dikeluarganya, sampai dia mati-matian berjuang untuk masa depannya dengan selalu giat belajar, agar bisa mendapatkan kemudahan biaya dari sekolahnya. Perjuangannya selama di SD sampai di SLTA dengan membagi waktu untuk belajar, mencari tambahan uang dengan cara memberi les dan bekerja dipasar membantu berjualan sayur milik Bu Mimi ternyata tidak sia-sia. Pada akhirnya dia diterima di Universitas Negeri Ternama di Jawa Barat lewat jalur PMDK. Ia mengambil jurusan statistik, dan selalu berusaha agar kuliahnya selesai tepat waktu sehingga dia tidak berlama-lama menyusahkan orang tua dalam membiayai kuliahya. Setelah lulus, Iwan belum berhenti berjuang, dia harus kesana kemari mencari pekerjaan, hingga pada suatu hari tidak ada yang menyangka, makan malam di warung Mas Agus saat itu menjadi awal dari perjalanan baru yang mengubah dia dan keluarganya. Awal yang membawanya terbang menjelajahi New York City… IWAN SETIAWAN Sekarang ngomongin tentang penulisnya nih, Mas Iwan Setiawan. Sosok yang menurut saya luar biasa hebat. Berani menghadapi masa depan meski dengan segala keterbatasan ekonomi keluarganya. Dalam menulis novel ini, Mas Iwan sangat pandai mengolah kata-kata, sehingga pembaca sperti merasakan juga bagaimana menjadi dirinya saat dia masih dibangku sekolah dasar dan harus berjualan dipasar kesana kemari untuk mencari uang (jangan bilang-bilang ya, saya sampai menangis lho waktu baca bagian itu, hehe), hanya saja penulis terlalu banyak memasukan dialog berbahasa asing, dan tidak disertakan artinya, sehinga pembaca yang tidak mahir berbahasa Ingris akan kesusahan mengartiakannya (Termasuk saya, hehehe). Cerita dalam buku ini cocok banget deh untuk para pelajar (khususnya), agar selalu termotivasi, dan berani mengahadapi masa depan seperti Mas Iwan ini, yang punya kemauan, keberanian, api semangat yang menyala-nyala, dan mimpi, sehingg dia berhasil merubah hidupnya, dan keluarganya. Gimana Brad and Sist, tertarik untuk membaca ? HARUS dong ! RUGI kalo sampai ngga baca,
Ekhem… Bismillahirrohmaanirrohiim… hallow, ketemu lagi dipostingan blog saya, pokoknya ngga boleh bosan mampir diblog saya yang meskipun masih jelek ini ,hehe.. Yapp, untuk yang kedua kalinya, setelah selesai mereview novel “5 cm” kini giliran saya mereview novel anyar yang masih seger nih, pertama kali terbit aja Februari 2011, dan pada tahun yang sama sudah mencapai enam kali cetakkan, (Amazing..!). Ngga heran kalo novel ini meraih penghargaan sebagai “Buku Fiksi Terbaik Jakarta Book award 2011. IKAPI DKI Jakarta”, judulnya “ 9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke The Big Apple” karya Mas Iwan Setiawan. Panjang juga ya judulnya ?? Dari judulnya kita udah bisa nebak kalo settingnya bukan di Indonesia. . Nah, novel ini berkisah tentang seorang anak sopir angkot dari kota Batu, Malang yang berhasil mencapai sukses hingga akhirnya dia menjadi direktur di New York City. Percaya ngga percaya ya kayaknya. Tapi bagaimanapun kita harus percaya karena novel ini terinspirasi dari kisah nyata penulisnya, Mas Iwan Setiawan. Keren sekali kan ? Didalam novel dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, dengan seorang ayah yang hanya lulusan SD, dan bekerja menjadi seorang sopir, ibunya yang tidak sampai menamatkan sekolah ditingkat dasar, serta keempat saudara perempuannya, Mbak Isa, Mbak Nani, Rini dan Mira yang menjadi pilar kokoh dalam hidupnya. Bagaimana dia menjalani hidup ditengah-tengah kesederhanaan yang amat sangat dikeluarganya, sampai dia mati-matian berjuang untuk masa depannya dengan selalu giat belajar, agar bisa mendapatkan kemudahan biaya dari sekolahnya. Perjuangannya selama di SD sampai di SLTA dengan membagi waktu untuk belajar, mencari tambahan uang dengan cara memberi les dan bekerja dipasar membantu berjualan sayur milik Bu Mimi ternyata tidak sia-sia. Pada akhirnya dia diterima di Universitas Negeri Ternama di Jawa Barat lewat jalur PMDK. Ia mengambil jurusan statistik, dan selalu berusaha agar kuliahnya selesai tepat waktu sehingga dia tidak berlama-lama menyusahkan orang tua dalam membiayai kuliahya. Setelah lulus, Iwan belum berhenti berjuang, dia harus kesana kemari mencari pekerjaan, hingga pada suatu hari tidak ada yang menyangka, makan malam di warung Mas Agus saat itu menjadi awal dari perjalanan baru yang mengubah dia dan keluarganya. Awal yang membawanya terbang menjelajahi New York City… IWAN SETIAWAN Sekarang ngomongin tentang penulisnya nih, Mas Iwan Setiawan. Sosok yang menurut saya luar biasa hebat. Berani menghadapi masa depan meski dengan segala keterbatasan ekonomi keluarganya. Dalam menulis novel ini, Mas Iwan sangat pandai mengolah kata-kata, sehingga pembaca sperti merasakan juga bagaimana menjadi dirinya saat dia masih dibangku sekolah dasar dan harus berjualan dipasar kesana kemari untuk mencari uang (jangan bilang-bilang ya, saya sampai menangis lho waktu baca bagian itu, hehe), hanya saja penulis terlalu banyak memasukan dialog berbahasa asing, dan tidak disertakan artinya, sehinga pembaca yang tidak mahir berbahasa Ingris akan kesusahan mengartiakannya (Termasuk saya, hehehe). Cerita dalam buku ini cocok banget deh untuk para pelajar (khususnya), agar selalu termotivasi, dan berani mengahadapi masa depan seperti Mas Iwan ini, yang punya kemauan, keberanian, api semangat yang menyala-nyala, dan mimpi, sehingg dia berhasil merubah hidupnya, dan keluarganya. Gimana Brad and Sist, tertarik untuk membaca ? HARUS dong ! RUGI kalo sampai ngga baca,





