Ketemu lagi nih teman, di postingan
blognya Saeli… hehe
To the point saja ya, dipostingan kali ini saya akan mengupas sebuah novel berjudul “Sang Pelopor” karyanya Alang-alang Timur. Alang-alang Timur ? Alang-alang timur itu merupakan nama pena dari Mas Sugeng. Penulis asal Klaten…
To the point saja ya, dipostingan kali ini saya akan mengupas sebuah novel berjudul “Sang Pelopor” karyanya Alang-alang Timur. Alang-alang Timur ? Alang-alang timur itu merupakan nama pena dari Mas Sugeng. Penulis asal Klaten…
Sang Pelopor merupakan novel pertama
dadi novel Trilogi karya Alang-alag
Timur. Dalam novelnya yang berjudul “Sang Pelopor” ini, Mas Sugeng memilih
Klaten sebagai settingnya. Berawal dari persahabatan empat anak desa yang masih duduk dibangku sekolah
dasar. Ali, Seno, Sukar dan Sulthan. Mereka adalah empat sekawan yang merasakan
kesulitan dalam belajar di Sekolah Dasar didesanya tinggal. Guru yang kurang memperlakukan
mereka dengan kasih sayang, peraturan yang mengekang dan segala sesuatu yang
membuatnya mereka menjadi malas untuk belajar. Hingga suatu hari Sulthan
melakukan kesalahan disekolahnya dan hal itu menjadi penyebab ia dikeluarkan
dari sekolah. Ali, Seno dan Sukar merasa kasihan, karena bagaimanapun mereka
adalah sahabat dan sangat sulit bagi mereka untuk berpisah. Hingga suatu hari
mereka semua memutuskan untuk pindah sekolah, meskipun awalnya hal itu mendapat
tentangan keras dari orag tua mereka, tetapi dengan berbagai argumen akhirnya
mereka mendapat izin. Madrasah Kampung Sawah, sekolah dengan bangunan seadanya
yang terletak di tengah-tengah sebuah
sawah. Disanalah mereka menuntut ilmu, merasakan sitem pendidikan yang berbeda
sekali dengan Sekolah mereka sebelumnya. Mereka diajari dengan keteladanan,
belajar secara nyata dialam terbuka, mereka senantiasa disuguhi dengan kasih
sayang, dengan ketulusa guru-guru mereka. Sehingga mereka terbentuk mendai
pribadi yang luar biasa. Menciptakan penemuan-penemuan yang membawa perubahan
didesa mereka tinggal. Novel ini sagat cocok untuk dibaca para remaja dan
kalangan umum, sebagai motivasi untuk membentuk kepribadian anak menjadi luar
biasa.





0 komentar:
Posting Komentar