Book Review 4

Label:


REVIEW NOVEL "KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH"
TERE LIYE






Bismillahirrohmaanirrohiim…
Assalamu’alaikum…
Halooo para bloger, kepripun kabare ? Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Alloh SWT yaa.. J
Saya kembali lagi untuk mereview novel inspiratif karya penulis-penulis hebat. Dan ngomong-ngomong review kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya, karena saya akan mengangkat tema LOVE pada kesempatan kali ini, cieeee….

Langsung saja yaa…
Novel ini mengisahkan perjalanan cinta seorang pemuda bernama Borno dan seorang gadis bernama Mei disudut kota Borneo. Diawali dari masa kecil Borno yang berayahkan seorang nelayan yang kemudian meninggal. Masa remaja yang ia habiskan untuk mencari pekerjaan sampai kemudian dia menginjak dewasa, dan bekerja sebagai seorang pendayung sepit didesanya. Nah, disinilah awal Borno bertemu dengan Mei, seorang gadis yang dengan  perlahan tapi pasti mampu meluluhkan hati Borno. Mei yang dengan sengaja meninggalkan angpau merah disepit yang di kemudikan Borno, ternyata melahirkan perasaan cinta diantara keduanya. Sampai kemudian setelah keduanya merasakn getara cinta itu, konflikpun muncul, ayah Mei melarang mereka berhubungan lebih jauh. Bukan barena ayah Mei tidak suka atau menganggap Borno tidak level dengan keluarganya, Bukan ! Itu terjadi karena ada suatu rahasia yang disembunyikan oleh ayahnya. Apakah itu ? (Biar pada penasaran) hihihi





Lanjut yukz…
Saat itu mulailah terungkap apa yang sebenarnya terjadi dibalik kisah cinta antara mereka berdua. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah terlintas dibenak Borno .Tetapi, setelah ia tahu semuanya, ternyata itu tidak menngikiskan rasa cinta Borno kepada Mei. Ia masih tetap mencintai Mei dengan tulus, bahkan pada akhirnya ayah Mei tidak lagi melarang mereka berdua untuk berhubungan lebih jauh. Me juga menetap di Borneo setelah ia menyelesaikan kuliahnya di Surabaya. Bagaimana dengan Borno ? Dia mempunyai usaha bengkel dan telah memiliki banyak cabang, hasil kerjasamanya dengan ayah Andi, sahabatnya sendiri.  Gitu kawan.. J
Buat yang lagi jatuh cinta, menurut saya cocok banget baca novel ini, kalo boleh lebay dikit sih kisahnya “romantis”, ada lucunya juga. Sayangnya pada akhir cerita, tidak diungkapkan apakah akhirnya Borno menikah bersama Mei atau tidak. Konflik-konflik yang dipaparkan oleh Bang Tere Lie sangat apik, padat dan kreatif. Membuat pembacanya manggut-manggut dan mengeluarkan bunyi “Ooo…” dari mulutnya setelah mengerti apa yang “sebenarnya” terjadi dalam novel tersebut.
Saya suka, dan saya menyarankan anda untuk membacanya. Temukan inspirasi disana, lebih dari tentang cinta. Karena novel ini menyimpan banyak pesan dan kesan bagi pembacanya, J
See You Nex Time….





Salam manis, Saeli

0 komentar:

Posting Komentar