REVIEW NOVEL "KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH"
TERE LIYE
TERE LIYE
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Assalamu’alaikum…
Halooo para bloger, kepripun kabare ? Semoga kita semua senantiasa
dalam lindungan Alloh SWT yaa.. J
Saya kembali lagi untuk mereview novel inspiratif karya
penulis-penulis hebat. Dan ngomong-ngomong review kali ini berbeda dari
sebelum-sebelumnya, karena saya akan mengangkat tema LOVE pada kesempatan kali
ini, cieeee….
Langsung saja yaa…
Novel ini mengisahkan perjalanan cinta seorang pemuda bernama Borno
dan seorang gadis bernama Mei disudut kota Borneo. Diawali dari masa kecil
Borno yang berayahkan seorang nelayan yang kemudian meninggal. Masa remaja yang
ia habiskan untuk mencari pekerjaan sampai kemudian dia menginjak dewasa, dan
bekerja sebagai seorang pendayung sepit didesanya. Nah, disinilah awal Borno bertemu
dengan Mei, seorang gadis yang dengan
perlahan tapi pasti mampu meluluhkan hati Borno. Mei yang dengan sengaja
meninggalkan angpau merah disepit yang di kemudikan Borno, ternyata melahirkan
perasaan cinta diantara keduanya. Sampai kemudian setelah keduanya merasakn
getara cinta itu, konflikpun muncul, ayah Mei melarang mereka berhubungan lebih
jauh. Bukan barena ayah Mei tidak suka atau menganggap Borno tidak level dengan
keluarganya, Bukan ! Itu terjadi karena ada suatu rahasia yang disembunyikan
oleh ayahnya. Apakah itu ? (Biar pada penasaran) hihihi
Lanjut yukz…
Saat itu mulailah terungkap apa yang sebenarnya terjadi dibalik
kisah cinta antara mereka berdua. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah
terlintas dibenak Borno .Tetapi, setelah ia tahu semuanya, ternyata itu tidak menngikiskan
rasa cinta Borno kepada Mei. Ia masih tetap mencintai Mei dengan tulus, bahkan
pada akhirnya ayah Mei tidak lagi melarang mereka berdua untuk berhubungan
lebih jauh. Me juga menetap di Borneo setelah ia menyelesaikan kuliahnya di
Surabaya. Bagaimana dengan Borno ? Dia mempunyai usaha bengkel dan telah
memiliki banyak cabang, hasil kerjasamanya dengan ayah Andi, sahabatnya
sendiri. Gitu kawan.. J
Buat yang lagi jatuh cinta, menurut saya cocok banget baca novel
ini, kalo boleh lebay dikit sih kisahnya “romantis”, ada lucunya juga.
Sayangnya pada akhir cerita, tidak diungkapkan apakah akhirnya Borno menikah
bersama Mei atau tidak. Konflik-konflik yang dipaparkan oleh Bang Tere Lie
sangat apik, padat dan kreatif. Membuat pembacanya manggut-manggut dan
mengeluarkan bunyi “Ooo…” dari mulutnya setelah mengerti apa yang “sebenarnya”
terjadi dalam novel tersebut.
Saya suka, dan saya menyarankan anda untuk membacanya. Temukan
inspirasi disana, lebih dari tentang cinta. Karena novel ini menyimpan banyak
pesan dan kesan bagi pembacanya, J
See You Nex Time….
Salam manis, Saeli





0 komentar:
Posting Komentar